Pesona wisata air Umbul Brintik yang terletak di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten itu memang terkenal sebagai umbul untuk terapi pengobatan. Melihat peluang itu maka Yayasan Rahani bekerjasama dengan Bumdes Sumber Makmur yang mengelola Umbul Brintik.
Terapi dan perawatan itu merupakan pengabdian dari SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten membuka Teaching Factory (Tefa).
Tefa merupakan sinergi sekolah dan industri yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku.
Adapun Tefa dari SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten di Umbul Brintik itu sudah diresmikan sejak Rabu (20/12/2023) oleh Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Wilayah V Sihhono, ST, MM.
Ina Minarni, Ketua Yayasan Rahani Klaten menjelaskan SMK Kesehatan Rahani Husada mempunyai program kemitraan pelaku usaha.
Dia mengungkap Tefa di obyek wisata Umbul Brintik sudah sesuai dengan kurikulum sekolah.
“SMK Kesehatan Rahani Husada berdiri sejak 2010. Untuk progam studi keperawatan ada program pelayanan kesehatan. Lulusan SMK Kesehatan Rahani Husada tidak saja membawa pulang ijazah, tapi juga standar sertifikat kompetensi,” beber dia.
“Kami senang bermitra dengan Pemerintah Desa Malangjiwan dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumber Makmur dengan Umbul Brintiknya mengembangkan keterampilan siswa dengan perawatan tradisional,” jelasnya lagi.
Dihubungi Tribun Jogja, Kepala SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten, Adi Nurwicaksono, S.Pd menjelaskan, Tefa merupakan cara sekolah untuk mengabdi pada masyarakat.
“Yang mengikuti Tefa itu adalah para murid kelas XII. Mereka menjadi terapis dan mengimplementasikan apa yang sudah diajarkan di sekolah kepada para pengunjung. Ada sekitar 44 siswa dan mereka terbagi menjadi dua shift, yang pagi dan siang,” jelasnya kepada Tribun Jogja, Kamis (21/12/2023).
Untuk shift pagi, para murid akan mulai melayani pengunjung sejak pukul 06:00-13:00 WIB. Kemudian, shift siang mulai jam 13:00-18:00 WIB.
Dikatakan Adi Nurwicaksono, SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten merupakan sekolah kejuruan berbasis keperawatan
Selain keperawatan, sekolah juga membekali murid dengan metode perawatan dan kesehatan tradisional, seperti yoga massage, yoga hydro, beban batu dan bekam kering.
Dengan begitu, pelayanan yang diberikan para murid di Umbul Brintik berbasis pada metode kesehatan tradisional.
“Tefa ini nanti diusahakan ada seterusnya. Kami sudah kerja sama hingga 2026. Untuk yang kelas XII ini, pelayanan sampai 27 Januari 2024 dan setelahnya akan diputar ke adik kelas XI, karena kelas XII harus menjalani rangkaian ujian,” ucapnya.
Adi Nurwcaksono berujar, SMK juga bermitra dengan masyarakat, tak hanya industri skala besar saja.
“Kalau kita tidak memulai membuka (bekerja sama dengan desa), kapan lagi kan?” tutur dia.
Ia berjanji, pihak sekolah akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pengunjung Umbul Brintik.
“Kami mendukung wisata kesehatan di Klaten. Kami adalah satu-satunya SMK Kesehatan di Klaten yang bermitra dengan Bumdes. SMK juga ingin membangun desa,” klaimnya.
Kepala Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Supriyanto mengatakan Umbul Brintik banyak dipercaya masyarakat mampu untuk terapi pengobatan. Tak heran sejak pagi pengunjung sudah padat.
“Dari jam 04.30 WIB pengunjung Umbul Brintik sudah banyak. Sehari rata-rata kunjungan antara 1000-2000 pengunjung. PH air di Umbul Brintik menurut peneliti itu 8,2 dan kandungan oksigennya tinggi. Kami senang bisa digandeng SMK Kesehatan Rahani Husada Klaten dengan tambahan terapi dan perawatan pengunjung” jelasnya.

