Kami dari SMK Rahani Husada
Keperawatan kompetensinya , komplementer keunggulannya
Kamilah anak bangsa, dari Klaten untuk Indonesia

Civitas akademika Rahani yang mana yang tidak mengenal yel – yel kebanggaan itu. Sabtu, (17/08) yel – yel tersebut berulang – ulang terdengar di Alun – alun Kabupaten Klaten. Yel –Yel tersebut menjadi pembakar api semangat setiap insan Rahani yang ikut berjuang di hari itu.
74 tahun Indonesia merdeka, kamu sudah berikan apa?
Generasi muda unggulan adalah generasi muda yang mampu mengisi kemerdekaan dengan prestasi. Mengisi kemerdekaan dengan prestasi bukanlah hal yang mudah, tetapi tidak ada yang mustahil ketika Tuhan sudah berkehendak. Ya, prestasi diraih dengan perjuangan, seperti kita meneladani perjuangan pahlawan yang telah gugur. Dan kali ini, siswa SMK Kesehatan Rahani Husada berjuang dalam AUBADE KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA ke 74
Perjuangan selama kurang lebih 3 jam itu bukan tanpa persiapan. Persiapan telah dilakukan kurang lebih 3 minggu. Tiga Minggu untuk Tiga Jam. Bagi yang terlibat didalamnya tentu merasakan euforia yang mendalam Aubade kali ini berbeda dengan tahun lalu. Juri diambil dari Koramil, Kepolisian dan Dodiklatpur. Transparansi dalam pemilihan juri membuat para peserta semakin bersemangat. Begitu pula SMK Kesehatan Rahani Husada dengan jumlah peserta 60 siswa putri, dengan 10 peserta cadangan. Fisik yang kuat dipertaruhkan disana. Sebanyak 40 Sekolah terdiri dari SMP, SMA dan SMK, memperebutkan hal yang sama, piala Aubade Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74.
Tiga jam yang berharga, banyak hal yang bisa diambil hikmahnya. Lomba ini begitu syarat dengan pendidikan karakter, memperkenalkan peserta dan penontonnya pada lagu – lagu nasional, indahnya Bhineka Tunggal Ika, tak ketinggalan pula dengan kearifan lokal, Tari Seribu Bunga.
Bukan hanya karakter nasionalis yang didengungkan, tetapi juga mengedepankan gotong royong dalam aplikasi nyata. Berjuang sejak 13.00 hingga 16.00 dalam cuaca terik tentu memerlukan gotong royong yang paripurna. Tidak hanya peserta, tetapi juga panitia, pembina, tim medis. Tidak jarang ada peserta yang pingsan, sesak nafas atau pusing, sehingga menuntut adanya gotong royong dari semua pihak. Dengan sikap saling gotong royong, bahu membahu maka sajian Aubade ini menjadi ajang yang berkesan
“Aubade mengajarkan kami untuk bekerjasama menyelesaikan perjuangan, bukan menyerah pada keadaan”

Pada akhirnya, perjuangan yang syarat dengan pendidikan karakter ini menjadi tiga jam yang membanggakan bagi kontingen SMK Kesehatan Rahani Husada, dengan dibawa pulang nya Juara Harapan II Aubade Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 74.
Bravo Rahani
Rahani Jaya!